Langsung ke isi

Niat Puasa Ramadhan: Kapan dan Bagaimana Membacanya

Oleh Fisco Tax Consultant 1 menit baca

Niat adalah bagian penting dari setiap ibadah, karena niat menegaskan bahwa suatu amal dilakukan dengan sengaja untuk tujuan tertentu. Dalam puasa Ramadhan, niat menjadi penanda bahwa puasa dijalankan sebagai kewajiban di bulan Ramadhan.

Kapan niat dilakukan

Dalam mazhab Syafi’i, niat puasa wajib dilakukan setiap malam, sebelum terbit fajar. Sebagian ulama dari mazhab Hanafi membolehkan niat dilakukan sebelum waktu zawal (tergelincir matahari), selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa. Perbedaan ini wajar. Pilihlah pendapat yang sesuai dengan keyakinan Anda dan konsultasikan dengan ustaz setempat.

Lafal niat yang umum dibaca

Salah satu rumusan niat yang sering dibaca, sebagaimana tercantum dalam kitab-kitab fikih klasik, adalah:

Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāna hādzihis sanati lillāhi ta’ālā.

Artinya: “Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah ta’ala.”

Yang utama adalah kesengajaan

Niat pada dasarnya berada di dalam hati. Melafalkannya membantu sebagian orang untuk memantapkan niat, tetapi bukan syarat tertulis dalam semua pendapat. Yang terpenting adalah tekad yang sungguh-sungguh untuk berpuasa karena Allah.

Catatan: artikel ini bersifat edukasi umum dan bukan fatwa. Untuk kepastian hukum dalam kondisi tertentu, rujuklah ulama atau lembaga keagamaan yang berwenang.

RamadhanPuasaFisco Weekend
Bagikan

Ada pertanyaan seputar pajak?

Ceritakan kebutuhan perpajakan Anda lewat WhatsApp atau telepon pada jam kerja.

Chat Kami